FITUR DAN KEBIJAKAN YOUTUBE 2019 UNTUK CREATOR DAN PENGGUNA

YouTube has updated its community guidelines
YouTube has updated

FITUR DAN KEBIJAKAN YOUTUBE 2019 – YouTube sangat ingin melindungi pengguna, pengiklan, dan kreator, juga memastikan YouTube bukan tempat yang mudah untuk ditunggai orang jahat.

Baca Juga : Sejarah Internet definisi hingga ke akar-nya

YouTube perbarui kebijakannya terkait banyaknya prank dan tantangan berbahaya.

kebijakan terbaru youtube adsense
youtube prank

YouTube diketahui sudah memperbarui kebijakan yang mesti diikuti oleh para YouTuber jika ingin mengunggah video di platform tersebut.

Secara khusus, YouTube menyoroti prank berbahaya, terutama setelah Bird Box Challenge sempat viral beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, banyak YouTuber yang mengunggah konten berupa prank termasuk tantangan berbahaya di platform tersebut. Biasanya, tantangan yang sedang viral tersebut akan mendapatkan banyak penonton. Seperti Bird Box Challenge, dimana orang harus menjalankan aktivitas dengan menggunakan penutup mata.

Salah satu poin yang ditambahkan dalam kebijakan terbarunya adalah tidak diizinkannya memposting lelucon yang membuat para korban percaya bahwa mereka dalam bahaya fisik yang serius. Dilansir dari TheVerge (16/1), prank semacam ini banyak dibuat ulang oleh orang lain, dan dapat berujung pada cedera serius, bahkan kematian.

Perlu diketahui, saluran YouTube yang kedapatan mengunggah konten berbahaya tidak akan langsung dihentikan. Perusahaan yang berada di bawah Google tersebut baru akan melakukan penghapusan saluran jika saluran tersebut mengunggah konten serupa secara berulang dalam waktu singkat.

Langkah pertama yang dilakukan YouTube adalah dengan memberi teguran dan menghapus video yang bersangkutan. Namun teguran itu akan hilang dalam waktu 90 hari. Nah, dalam masa 90 hari itu, seorang YouTuber akan kehilangan sejumlah hak istimewanya, seperti melakukan siaran langsung.

Tak hanya prank berbahaya, YouTube juga menyoroti thumbnail yang menyertakan konten tidak menyenangkan, seperti pornografi, atau bentuk kekerasan grafis lain. Dalam hal ini, pihak YouTube akan langsung menegur saluran yang bersangkutan.

Kendati isi video tidak menampilkan hal yang dilarang, jika thumbnailnya dianggap menampilkan pornografi dan konten berbahaya, YouTube akan langsung melayangkan teguran.

YouTube punya fitur baru untuk para kreator konten

YouTube mengumumkan fitur Premiers yang akan memungkinkan para kreator video untuk melakukan pra-rekam (pre-record) ketika melakukan live streaming.


Fitur dan kebijakan youtube 2019 – YouTube baru saja mengumumkan beberapa fitur baru yang diklaim akan memanjakan para kreator. Dilansir dari The Verge (21/6), khususnya mereka mengumumkan fitur Premiers yang akan memungkinkan para kreator video untuk melakukan pra-rekam (pre-record) ketika melakukan live streaming. Dengan demikian, para kreator dapat berfokus pada hal seperti menjawab pertanyaan live chat sembari video pre-recorded mereka sedang diputar.

Platform tersebut juga memperluas YouTube Sponsorships dan mengubah namanya menjadi Channel Memberships. Pada pembuat konten dapat memberi nama klub penggemar mereka dan dikenakan biaya USD4,99 (Rp70 ribu) untuk keanggotaan, asalkan mereka memiliki setidaknya 100.000 subscribers. Mereka dapat merancang emoji khusus untuk live streaming dan menetapkan manfaat khusus untuk anggota berbayar, serupa dengan cara kerja Patreon. Fitur ini akan meluncur beberapa minggu lagi.

Penambahan Premiers juga berarti bahwa fitur yang dulunya terbatas untuk live streaming saja kini dapat digunakan pada konten pre-record, termasuk misalnya SuperChat, yang mana pengguna membayar donasi agar komentarnya disorot dan bertahan lebih lama dalam sebuah live chat. Premiers bakal dirilis dua pekan lagi dan terlebih dahulu gtersedia untuk para YouTuber yang merupakan mitra pengujian beta.

“Keterlibatan pemirsa adalah bagaimana kalian bertahan di YouTube,” kata seorang YouTuber yang mengelola saluran Riang Vintage, Amy Shira Teitel. “Sekarang, alih-alih berada di live streaming terpisah, kalian ada di dalam live chat.”

Ada integrasi Merchandise baru yang baru saja ditayangkan. Sehingga memungkinkan para kreator merancang baju, cangkir, dan barang-barang lainnya dari Teespring dan memasang iklan barang-barang tersebut di bawah video. YouTuber dengan 100.000 subscribers ke atas dapat merancang hingga 20 item dan membuat produk khusus yang tidak ditawarkan langsung di situs.

Fitur baru lainnya yang akan segera hadir adalah perluasan integrasi Famebit, yang membantu vendor merekrut YouTuber untuk mengkreasi konten bermerek. Kini di bawah video bermerek, akan ada produk iklan. Namun fitur ini belum ada tanggal perilisan yang spesifik.

YouTube perketat aturan monetisasi

kebijakan terbaru youtube adsense
Youtube.com

Aturan baru ini mengancam eksistensi channel kecil

Fitur dan kebijakan youtube 2019 – Awal tahun 2018 memang merupakan saat yang sulit bagi YouTube. Situs berbagi video tersebut diterpa berbagai masalah, salah satunya adalah kasus YouTuber Logan Paul yang sempat mendapat sorotan dari warganet di mancanegara. Menanggapi berbagai permasalahan tersebut, YouTube pun berjanji bakal memperbanyak langkah aktif dalam menyelesaikan masalah. Namun langkah aktif yang diambil kali ini justru kembali menimbulkan masalah baru.

Menurut Gizmodo (18/1), YouTube baru saja memperbarui peraturan monetisasi video di platform-nya. Di aturan baru, sebuah channel baru berhak mengikuti program monetisasi jika mereka memiliki minimal 1000 subscriber dan total waktu tonton selama 4.000 jam. Keputusan ini dinilai oleh banyak pihak justru akan membunuh YouTuber kecil yang masih belum memenuhi kriteria tersebut.

Sebelumnya, pihak YouTube hanya mensyaratkan pemilik channel untuk mendapatkan 10.000 view di channel-nya agar bisa mengikuti program monetisasi. Aturan baru ini membuat YouTuber kecil melancarkan protes melalui media sosial dan menganggap justru YouTube salah sasaran.

Banyak yang menilai kebijakan ini justru akan membuat YouTuber besar yang melanggar, seperti Logan Paul, tidak jera. Sementara channel YouTube kecil yang selalu mengikuti peraturan komunitas, bahkan memiliki konten mendidik menjadi terancam mati karena tidak memenuhi syarat monetisasi.

YouTube rilis fitur Stories untuk content creator

Fitur baru YouTube story
Fitur Story Youtube – Beritahati,com

Lewat fitur Stories, para YouTuber bisa membagikan video behind the scene dan teaser kolaborasi dengan YouTuber lain

Perkembangan media sosial tampaknya menuju ke arah yang sama. Para developer media sosial beramai-ramai memperkenalkan fitur Stories di platform mereka. Nama boleh saja berbeda, namun fungsinya tetaplah sama. Belakangan, YouTube dikabarkan juga mengadopsi fitur Stories di platform-nya.

Fitur ini hanya bisa digunakan oleh kreator konten yang jumlah subscriber-nya lebih dari 10.000. Fitur YouTube Stories, yang sebenarnya sudah diumumkan sejak November 2017 ini ditargetkan mampu menjadi sarana promosi konten ketimbang update kehidupan sehari-hari layaknya fitur Stories di media sosial lain.

Ada beberapa perbedaan mencolok antara fitur YouTube Stories dengan yang lain. YouTube Stories mampu bertahan selama tujuh hari di aplikasi mobile. Stories yang dibuat akan bisa dilihat oleh para subscriber atau non-subscriber. Mereka yang menonton juga dapat memberikan komentar atas video tersebut.

Jika merujuk pernyataan YouTube, YouTube Stories akan berbentuk sebuah video dengan durasi maksimal 30 detik. YouTube menyatakan bahwa fitur ini nantinya dapat digunakan untuk membagikan video di balik layar atau teaser jika sang kreator akan melakukan kolaborasi.

Kendati sudah menghadirkan fitur baru untuk para kreator, beberapa pengguna YouTube justru menyayangkan hal tersebut. Sebagian besar berpendapat bahwa YouTube semestinya fokus melakukan evaluasi ketimbang merilis sebuah fitur baru. Tak sedikit juga yang menyoroti hilangnya fitur anotasi pada video.

Menanggapi hal tersebut, YouTube menyatakan bahwa fitur tersebut merupakan hasil penerapan umpan balik yang mereka dapatkan dari para kreator. Fitur ini, menurut YouTube, sengaja dirancang khusus untuk para kreator di platform-nya.

Bagi kalian yang ingin menjajal fitur ini, pastikan dulu jumlah subscriber kalian, yakni harus lebih dari 10.000 subscriber.

Anotasi Video di YouTube akan musnah di 2019

fitur anotasi youtube 2019
Nyantaidulu.com

Layanan berbagi video itu mengumumkan akan berhenti menampilkan anotasi video pada platform-nya. Dengan begitu, tampilan video tak akan terhalang anotasi.

fitur dan kebijakan youtube 2019 – YouTube tampaknya akan semakin nyaman digunakan untuk menonton konten. Layanan berbagi video itu mengumumkan akan berhenti menampilkan anotasi video. Keputusan itu akan mulai diberlakukan pada 15 Januari 2019.

Alasannya,penurunan jumlah orang yang menonton video beranotasi. Untuk diketahui, anotasi di video YouTube muncul dalam bentuk teks atau tautan. Ketika salah satu teks atau tautan di-klik, pengguna akan dialihkan ke video lain dari kanal yang sama.

Dilansir Cnet (28/11), anotasi hanya muncul di Youtube versi desktop. Namun akses ke YouTube sendiri kini mengalir deras dari perangkat mobile, sehingga YouTube versi desktop terlampaui. Perusahaan bahkan menyebut, lebih dari 70 persen waktu yang digunakan untuk menonton konten di platform-nya, berasal dari pengguna smartphone.

Dukungan untuk anotasi telah tersedia sejak Juni 2008. Tools itu juga memungkinkan pengguna untuk menyertakan video berukuran agak kecil di sudut tampilan, atau anotasi yang berjejer.

YouTube sejatinya sudah cukup lama melakukan pemangkasan anotasi di video. Pada Maret 2015, misalnya, YouTube merilis fitur interaktif yang ditampilkan dengan ikon “i” kecil di sudut kanan atas video. Saat ikon itu diklik, pengguna akan mendapati panel interaktif kecil, menampilkan informasi yang dinginkan oleh kreator konten. Ketimbang anotasi, ini memang tak begitu mengganggu kenyamanan pengguna saat menonton video.

Upaya lain yang dilakukan YouTube, yaitu menghentikan kemampuan edit anotasi pada Mei 2017. Pengguna tidak lagi memiliki kemampuan untuk menambah atau mengedit anotasi yang ada. Opsi yang disediakan hanyalah menghapusnya. Untuk anotasi yang sudah dibuat sebelumnya memang masih muncul, namun pengguna tak bisa mengotak-atiknya lagi.

Dalam laporan yang kami rangkum dari Cnet (16/1), Youtube akan memanfaatkan reviewer untuk mencermati tiap video pilihan Google. Biasanya video pilihan ini adalah konten paling populer, yang tentu pengiklan berebut tampil di dalamnya.

Reviewer YouTube bertugas untuk memastikan bahwa konten video yang dibuat kreator, bukan konten kontroversial maupun konten memojokkan. Lebih lanjut lagi, video baru yang diunggah di video pilihan Google juga secara manual diverifikasi, agar pas dengan arahan YouTube. Dengan begitu pengiklan aman beriklan di dalam video tersebut.

Google Vice President, Paul Muret, menulis dalam sebuah unggahan blog resmi, “Tidak bisa dipungkiri, 2017 merupakan tahun yang sulit. Dengan beberapa isu menerpa komunitas kami dan rekanan pengiklan kami,” terangnya.

Lebih lanjut lagi Paul menjelaskan bahwa YouTube sangat ingin melindungi pengguna, pengiklan, dan kreator, juga memastikan YouTube bukan tempat yang mudah untuk ditunggai orang jahat.

Itulah artikel tentang Fitur dan kebijakan youtube 2019 semoga artikel tersebut bermanfaat untuk kalian – dan jangan lupa jika Fitur dan kebijakan youtube 2019 memberikan manfaat maka sebarkan kepada yang lainnya. Smarttekhno.com

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: