Gus Baha’ – Beragama dengan Gembira

gus bahauddin nursalim

Apakah beragama itu serius, kaku, pethenthengan?

Enggak lah. Begitu kira-kira penyampaian ceramah Gus Baha’, yang saya ikuti tempo hari, Rabu, 3 April di Pondok Cabe, Jakarta Selatan.

Sepenuhnya, catatan pendek ini saya dapatkan dari Gus Baha’, yang siang itu tampil seperti biasa, kemeja putih, berkopiah yang diangkat di atas keningnya, dan berbicara dengan santai, tapi tetap sarat makna dan kaya literatur. Gus Baha’ mengatakan bahwa Nabi dan umat terdahulu itu jelas penuh guyon. Bahkan Allah juga begitu.

“Hubungan Khalik dan makhluk itu mesra. Apalagi antar mahluk, bernama manusia, antara Nabi dan sahabat, santri bersama gurunya, wali bersama muridnya.

Baca Juga : Gus Baha – Pilpres dan Kematian

Lantas Gus Baha’ bercerita,

Diceritakan ketika Nabi Musa mengajak 70 santrinya untuk naik gunung, dawuh dari Allah untuk siap menerima wahyu: Taurat. Ketika di atas gunung, Nabi Musa menyendiri lalu setelah beberapa lama beliau mengajak santrinya untuk turun gunung.

“Yuk, sudah dapet wahyunya. Kita turun sekarang,” kurang lebih begitu Nabi Musa mengajak para santrinya, yang 70 orang itu.

Tapi para santri Nabi Musa protes, “Tidak bisa begitu Wahai Nabi. Kita juga harus sama dong, kami ingin menyaksikan Allah dengan mata kepala sendiri, sama seperti Panjenengan, Wahai Nabi…”

Lalu Allah memerintahkan petir menyambar dan mati semua sahabat atau santri Nabi Musa.

BACA JUGA : 23+ Kumpulan Tulisan Gus Baha

Nabi Musa sedikit kaget, tapi lantas berkata kepada Tuhan, “Jangan begitu Allah, aku kan butuh saksi yang menyaksikan bahwa benar aku menerima wahyu dari-Mu. Kalau mati semua kan gak ada saksi? Sekalian saja aku Kau matikan. Hidupkan lagi Ya Allah…”

Dan mereka dihidupkan kembali.

Demikian Gus Baha’ bercerita. Tak sepenuhnya bisa dipahami, sebab mungkin tak masuk akal kisah tersebut. Tapi itulah kisah Nabi Musa yang diceritakan oleh Gus Baha’.

Kita bisa menikmatinya, dengan santai sebagai santapan rohani. Agama dalam penyajian Gus Baha’ begitu ringan “di kepala”, bahkan gembira, penuh gelak tawa. Lebih dari itu, semoga saja melahirkan hikmah untuk kita semua. ( Sumber – alif.id )

Youtube Ngaji Gus Baha’

Jangan lupa ikuti ngajinya di channel youtube NGAJI KYAI

Semoga bermanfaat dan mari kita share ilmu-ilmu yang penuh hikmah ini.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: