GUS BAHA’ – KLIMAKS SEMUA ILMU DAN IBADAH

gus baha terbaru

Smarttekhno.com – Semua ilmu dan ibadah kita sejatinya harus memiliki tujuan puncak. Puncak tertinggi dari ilmu bukan sekedar menjadi orang alim. Demikian juga puncak dari segala ibadah kita ialah bukan sekedar untuk masuk surga.

Menurut Gus Baha’, puncak atau klimaks dari ilmu dan ibadah kita sejatinya adalah berakhir pada kata “ Alhamdulillah”. Artinya, apapun yang kita lakukan di dunia terkait dengan ibadah dan ilmu kita, semuanya harus berakhir pada kekaguman dan kesenangan kepada Allah SWT. Yang terangkum dalam lafadz, “Alhamdulillah.”

Didalam lafadz tersebut, terkandung makna kebanggaan. Lafadz Alhamdulillah menjadi dasar dari semua aktivitas Ibadan dan keilmuan ita. Itulah sebabnya lafadz tersebut menjadi ucapan kedua setelah basmalah dalam surat al Fatihah.

Baca Juga : Gus Baha’ – Cerita Abu Nawas

Gus baha’ menjelaskan bahwa kaligrafinya “arsy adalah kalimat subhanallah dan Alhamdulillah. Hal tersebut, hemat penulis, mengandung arti bahwa dalam menjalankan kehidupan ini, kita harus sampai kepada penyucian terhadap Allah dan sekaligus kebanggaan bahwa kita hanya mengabdikan kepada-Nya.

Oleh sebab itu, menurut Gus Baha’, kita perlu membetulkan tujuan dari ibadah kita bahwa yang kita harapkan itu hanya Allah dan Ridho-Nya, bukan hanya terbatas pada Surga. Namun, surge itu bukannya tidak penting, karena Al-Quran memang menjelaskan tentang adanya surga dan neraka.

Hanya Saja, kalau orang fokusnya hanya surga, maka dikhawatirkan mereka kelak tidak menemukan Allah di dalam surga. Apalagi kalau seseorang motifnya ingin masuk surge hanya karena tergiur pada makanan yang enak-enak, para bidadari yang cantik cantik dan sebagainya. Maka, tidak heran kalau para sufi menjelaskan bahwa surge itu sejatinya juga dapat menjadi jebakan bagi manusia.

Baca Juga : Gus Baha’ – Beragama dengan Bahagia

Berkali-kali gus baha’ mengingatkan bahwa apapun yang kita lakukan semuanya harus berpuncak pada Alhamdulillah, kebanggaan dan kebahagiaan hahwa kita bisa menyembah dan mengabdi kepada Allah. Ada beberapa contoh menarik yang dikemukakan oleh gus baha’ dalam memahami masalah ini.

Pertama, kalau orang kaya bisa bersedakah, maka sedekahnya harus berpuncak pada Alhamdulillah, yaitu kebanggan kepada Allah yang telah memperkenankan mereka melakukan ketaatan dengan jalan sedekah. Bila sudah senang dan bangga, maka ia akan selalu menggunakan kekayaannya itu sebagai jalan untuk kenal dan dekat kepada Alla SWT.

Kedua, kalau kita kebetulan menjadi orang yang miskin, maka seharusnya juga menggunakan paradigm Alhamdulillah. Artinya, ia harus sabra dan bangga dengan kesabarannya, karena bagaimanapun Allah SWT. Juga memerintahkan manusia untuk bersabar.

Dengan cara seperti ini, kedua orang tersebut sangat mungkin bisa mendapatkan Ridho-Nya Allah. Yang pertama mendapatkan ridho karena sedekahnya, sementara yang kedua mendapatkan ridho karena kesabarannya. Karena itu, Gus baha’, apapun yang kita lakukan, semuanya harus mencapai klimaks. Dan, klimaks yang paling tinggi adalah Alhamdulillah, yaitu kebanggaan, kecintaan, dan kebahagiaan kepada Allah, dan yang kita harapkan dari-Nya tidak lain hanyalah Ridho-Nya semata.

Semoga bermanfaat, dan jangan lupa baca list tulisan di Kumpulan Artikel terkait Gus Baha’

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: